Dalam industri parfum lokal, HMNS dikenal sebagai brand yang mengedepankan inovasi, kualitas, dan kedekatan emosional dengan audiensnya. Sementara itu, Film Sore: Istri dari Masa Depan karya Yandy Laurens hadir dengan narasi yang kuat dan relevan dengan kehidupan anak muda urban. Pertemuan keduanya melahirkan sebuah campaign kolaboratif yang ekslusif, yaitu peluncuran parfum “Sore Edition” dengan dua varian, Eterna dan Zena.
Case study ini membahas bagaimana strategi public relations berbasis storytelling diterapkan dalam kolaborasi tersebut sehingga mampu menghadirkan sinergi produk lifestyle dan karya sinema.
Table of Contents
ToggleTantangan
Baik HMNS maupun Film Sore memiliki audiens yang sama-sama niche, namun berbeda fokus. HMNS memiliki branding sebagai produk parfum “medium ekspresi diri”, sedangkan Film Sore dikenal dengan kekuatan narasi emosional yang menyentuh isu personal dan relationship. Tantangannya adalah bagaimana menyatukan dua identitas ini ke dalam satu campaign yang tidak hanya bersifat promosi, tetapi juga menciptakan value dan resonansi jangka panjang.
Strategi PR yang Dijalankan
Storytelling menjadi kunci utama. Ada tiga pendekatan yang dijalankan dalam campaign ini:
- Integrasi Narasi Film dengan Brand Story
HMNS tidak hanya menjual parfum, tetapi mengaitkan varian Sore Edition dengan karakter dan nuansa emosional dalam Film Sore. Ini memperkuat koneksi audiens yang sudah menyukai cerita film untuk turut merasakan “fragmen cerita” melalui aroma parfum. - Eksposur Media dan Publikasi
Press release didistribusikan ke berbagai media nasional untuk memastikan campaign ini tidak hanya terdengar di kalangan fans, tetapi juga sampai ke publik yang lebih luas. Publikasi di portal lifestyle, entertainment, dan bisnis membantu memperkuat positioning HMNS sebagai brand yang visioner. - Aktivasi Digital dengan Storytelling
Melalui media sosial, HMNS memanfaatkan konten berbasis storytelling untuk memperlihatkan proses kolaborasi, behind the scene, hingga testimoni kreator. Audiens diajak untuk ikut mengalami perjalanan emosional, bukan sekadar membeli produk.
Pendekatan Storytelling dalam Public Relations
Dalam dunia public relations, storytelling tidak hanya berfungsi sebagai cara menyampaikan pesan, tetapi juga sebagai strategi membangun ikatan emosional. Brand seperti HMNS membuktikan bahwa audiens lebih mudah terhubung dengan cerita yang autentik dibanding sekadar pesan promosi. Kolaborasi dengan Film Sore menjadi bukti bahwa ketika sebuah campaign dikemas dengan storytelling yang kuat, dampaknya dapat memperpanjang umur pesan, membuat audiens tidak hanya mengingat produk tetapi juga pengalaman emosional yang menyertainya.
Hasil dan Dampak
Kolaborasi HMNS x Film Sore membuktikan bahwa campaign berbasis storytelling mampu menghasilkan dampak signifikan:
- Produk Sore Edition habis terjual hanya dalam beberapa hari.
- Pemberitaan positif muncul di lebih dari 40 media nasional.
- Engagement rate di media sosial HMNS meningkat lebih dari 60% selama periode campaign.
- Audiens mengaitkan brand HMNS dengan narasi emosional Film Sore, memperkuat positioning HMNS sebagai brand yang humanis dan relevan.
Relevansi untuk Brand Lain
Case study kolaborasi HMNS dengan Film Sore juga memberikan pelajaran berharga untuk brand lain. Dengan merancang campaign berbasis storytelling, perusahaan dapat mengubah produk biasa menjadi narasi yang bermakna. Strategi ini bukan hanya meningkatkan awareness, tetapi juga memperkuat positioning di pasar. Bagi banyak brand yang ingin menonjol di tengah persaingan, pendekatan seperti yang dilakukan HMNS adalah contoh nyata bagaimana PR dan distribusi media dapat saling melengkapi dalam menciptakan hasil yang terukur sekaligus berdampak emosional.
Insight PR
Dari case study ini, ada beberapa pelajaran penting:
- Kolaborasi lintas industri (lifestyle dan film) bisa memperluas pasar dan memperkaya brand image.
- Campaign storytelling efektif membangun hubungan emosional yang lebih dalam antara brand dan audiens.
- Distribusi press release tetap menjadi elemen penting untuk memperkuat eksposur di media arus utama.
Kesimpulan
Kolaborasi HMNS dengan Film Sore melalui campaign berbasis storytelling adalah contoh nyata bagaimana strategi public relations dapat menghubungkan produk dengan narasi emosional. Lebih dari sekadar promosi, campaign ini membuktikan bahwa storytelling mampu menghadirkan pengalaman yang relevan, autentik, dan berkesan bagi audiens.
Dengan pendekatan yang tepat, HMNS berhasil menunjukkan bahwa parfum bukan hanya soal aroma, tetapi juga medium untuk menceritakan kisah dan menghadirkan makna dalam kehidupan sehari-hari.