Selama bertahun-tahun, press release dibuat dengan tujuan utama untuk menarik perhatian media. Struktur penulisannya pun cukup konsisten: judul, lead, kutipan narasumber, informasi perusahaan, lalu penutup.
Namun kini, lanskap pencarian informasi mulai berubah.
Dengan hadirnya teknologi AI dalam mesin pencari, termasuk Search Generative Experience (SGE), cara informasi ditemukan dan ditampilkan kepada pengguna tidak lagi sama seperti sebelumnya. Google kini semakin mengutamakan jawaban yang dapat dirangkum dengan cepat dan relevan terhadap pertanyaan pengguna.
Perubahan ini membuat brand dan praktisi PR perlu mulai memikirkan satu hal baru: bukan hanya bagaimana press release dibaca oleh jurnalis, tetapi juga bagaimana press release dipahami oleh AI.
Table of Contents
ToggleKetika Google Tidak Lagi Hanya Menampilkan Link
Di masa lalu, pengguna mengetik kata kunci di Google lalu memilih salah satu link yang muncul di halaman pencarian.
Kini, pengalaman tersebut mulai berubah.
Dengan fitur berbasis AI, Google dapat merangkum informasi dari berbagai sumber dan menampilkan jawaban langsung kepada pengguna. Dalam banyak kasus, pengguna bahkan bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa harus membuka banyak website.
Artinya, konten yang mudah dipahami oleh sistem AI memiliki peluang lebih besar untuk menjadi bagian dari jawaban yang ditampilkan Google.
Di sinilah struktur press release mulai menjadi penting.
Press Release Tidak Bisa Lagi Terlalu Formal dan Berputar-putar
Salah satu karakteristik press release tradisional adalah penggunaan bahasa yang sangat formal dan sering kali terlalu fokus pada narasi perusahaan.
Banyak press release menghabiskan beberapa paragraf pertama untuk memperkenalkan brand sebelum menjelaskan inti informasi.
Di era SGE, pendekatan seperti ini mulai kurang efektif.
AI cenderung mencari informasi yang jelas, spesifik, dan langsung menjawab pertanyaan pengguna. Karena itu, informasi utama perlu muncul lebih awal dan lebih mudah dipahami.
Misalnya, jika sebuah perusahaan meluncurkan produk baru, informasi mengenai produk, manfaat, target pengguna, dan keunggulannya sebaiknya sudah muncul dalam paragraf awal.
Semakin cepat AI memahami konteks sebuah artikel, semakin besar peluang informasi tersebut digunakan sebagai referensi.
Struktur yang Lebih Ramah untuk AI
Meski tetap mempertahankan prinsip jurnalistik, press release modern mulai membutuhkan struktur yang lebih terorganisir.
Beberapa elemen yang semakin penting antara lain:
- Judul yang jelas dan deskriptif
- Subjudul yang menjelaskan konteks berita
- Paragraf pembuka yang langsung menjawab siapa, apa, kapan, dan mengapa
- Penggunaan data atau fakta yang spesifik
- Heading dan subheading yang terstruktur
- Kalimat yang lebih ringkas dan mudah dipahami
Struktur seperti ini tidak hanya memudahkan pembaca manusia, tetapi juga membantu sistem AI mengidentifikasi informasi penting dalam sebuah artikel.
Kredibilitas Tetap Menjadi Faktor Utama
Meski teknologi pencarian berubah, satu hal yang tidak berubah adalah pentingnya kredibilitas sumber informasi.
Google dan berbagai platform AI cenderung mengutamakan informasi yang berasal dari sumber terpercaya dan memiliki otoritas yang kuat.
Karena itu, publikasi press release di media kredibel tetap memiliki peran yang sangat penting.
Ketika sebuah informasi muncul di media nasional atau portal industri yang terpercaya, peluangnya untuk ditemukan, dirujuk, dan digunakan oleh AI menjadi lebih besar dibanding informasi yang hanya dipublikasikan di kanal yang memiliki otoritas rendah.
Artinya, distribusi press release kini menjadi sama pentingnya dengan penulisannya.
Press Release Kini Tidak Hanya Ditulis untuk Media
Perubahan terbesar yang terjadi di era SGE adalah bertambahnya audiens dari sebuah press release.
Jika dulu target utama sebuah press release adalah jurnalis dan media, kini ada satu audiens baru yang perlu diperhatikan: mesin pencari berbasis AI.
Karena itu, press release modern perlu mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus. Pertama, cukup menarik bagi media untuk diberitakan. Kedua, cukup jelas dan terstruktur untuk dipahami oleh AI.
Masa Depan Press Release di Era AI Search
Hadirnya Search Generative Experience bukan berarti press release kehilangan relevansinya. Sebaliknya, perannya justru menjadi semakin penting sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya.
Namun cara menulisnya perlu beradaptasi dengan perubahan perilaku pencarian informasi.
Di era ketika AI mulai merangkum jawaban langsung untuk pengguna, press release tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi perusahaan. Ia juga menjadi bagian dari jejak digital yang membantu brand ditemukan, dipahami, dan direkomendasikan dalam ekosistem pencarian modern.
Karena itu, pertanyaan yang perlu dipikirkan praktisi PR saat ini bukan lagi hanya “Apakah media akan memuat berita ini?”, tetapi juga “Apakah AI dapat memahami dan menggunakan informasi ini?”.

